Institut Teknologi Kalimantan - Program Studi Ilmu Aktuaria, kembali menunjukkan semangat dan potensi para mahasiswanya di kancah nasional. Tiga mahasiswa Ilmu Aktuaria ITK angkatan 2025 Aditya Rizky Nugraha, Dya Annisa Putri, dan Nadia Krista Putri Masero berhasil menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan dalam ajang ACC MCF ITB yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14 Februari 2026.
Kompetisi ACC MCF ITB merupakan ajang nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menguji kemampuan analisis, pemodelan risiko, serta pemecahan masalah di bidang aktuaria dan keuangan. Partisipasi dalam kompetisi ini menuntut ketajaman berpikir kritis, pemahaman konsep yang tepat, serta soliditas tim dalam merumuskan strategi berbasis data.
Kisah perjalanan tim ini bermula dari dinamika yang unik. Tim yang telah terbentuk sejak awal semester satu ini mendapatkan informasi mengenai ajang ACC MCF ITB langsung dari rekan kompetitor asal ITB yang mereka temui saat berlaga di kompetisi sebelumnya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Berawal dari ajakan tersebut, ketiganya mantap untuk melangkah dan menantang diri dalam kompetisi ini.
Proses pengerjaan studi kasus dilakukan secara intensif secara daring (online). Di tengah persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah menyelaraskan pandangan dan menentukan metode pemodelan risiko yang paling efektif. Namun, perbedaan pendapat tersebut justru disikapi secara bijak melalui komunikasi yang terbuka.
“Perbedaan pendapat itu pasti akan selalu ada. Cara kami mengatasi hal itu adalah dengan mencari jalan tengah. Semisal ada perbedaan pada pemodelan yang ingin digunakan, kami analisis bersama: pemodelan mana yang lebih beneficial? Bisa jadi pendekatan A lebih baik, bisa B, atau bahkan pemodelan lain yang kami temui sepanjang jalan justru yang paling bermanfaat. Kunci utamanya adalah komunikasi yang baik antaranggota tim,” ungkap adit.
Setelah melalui proses pengerjaan secara online, perwakilan tim berangkat langsung ke kampus ITB untuk mengikuti rangkaian penutup kegiatan. Pengalaman ini memberikan pembelajaran berharga mengenai pentingnya fleksibilitas, keterbukaan, dan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan aktuaria yang kompleks.
Perjalanan ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Tim menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Bapak Eli selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, serta kepada rekan-rekan dan kakak-kakak angkatan di Program Studi Ilmu Aktuaria ITK atas doa dan dukungan moral yang tak terputus.
Melalui pengalaman ini, tim juga memberikan pesan dan motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa Ilmu Aktuaria ITK agar tidak ragu dalam mengambil peluang:
“Pesan kami untuk teman-teman adalah jangan takut untuk mencoba hal baru, bukan hanya dalam ranah lomba, tetapi dalam bidang apa pun. Tidak ada salahnya mencoba karena manfaat yang didapatkan sangat menguntungkan buat diri kita sendiri, seperti apresiasi, ilmu baru, relasi, dan pengalaman berharga lainnya.” ujar tim
Program Studi Ilmu Aktuaria Institut Teknologi Kalimantan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aditya Rizky Nugraha, Dya Annisa Putri, dan Nadia Krista Putri Masero atas inisiatif, dedikasi, dan semangat juang yang ditunjukkan. Keberanian mereka untuk melangkah dan beradaptasi sejak awal masa perkuliahan diharapkan dapat menginspirasi seluruh civitas akademika ITK untuk terus berani berkarya, berkembang, dan mengukir prestasi di berbagai tingkatan.