Balikpapan, 25 Oktober 2025 – Program Studi Ilmu Aktuaria, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu sebagai bagian dari upaya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai dunia profesi aktuaris dan implementasi ilmu aktuaria di industri. Mengangkat tema "Motivasi Menjadi Aktuaris dan Pemahaman Pricing serta Reserve di Industri Asuransi", kegiatan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai prospek karier aktuaris sekaligus memperkenalkan konsep-konsep penting yang menjadi dasar pengelolaan bisnis asuransi.
Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria, dosen, serta sivitas akademika Institut Teknologi Kalimantan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana ilmu aktuaria diterapkan dalam industri asuransi, mulai dari proses perhitungan premi hingga penyusunan cadangan teknis yang menjadi fondasi keberlangsungan perusahaan asuransi.
Dalam sesi pertama, narasumber memberikan motivasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya profesi aktuaris dalam menghadapi perkembangan industri jasa keuangan yang semakin kompleks. Aktuaris merupakan salah satu profesi strategis yang berperan dalam menganalisis risiko, menyusun model keuangan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Seiring meningkatnya kebutuhan akan manajemen risiko di berbagai sektor, peluang karier bagi lulusan aktuaria terus berkembang, tidak hanya di perusahaan asuransi, tetapi juga di dana pensiun, perbankan, perusahaan investasi, konsultan risiko, hingga lembaga pemerintah.
Narasumber juga membagikan pengalaman profesional mengenai perjalanan karier sebagai seorang aktuaris, tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan dan mengikuti ujian profesi aktuaria. Mahasiswa diajak untuk mempersiapkan diri sejak dini dengan memperkuat kemampuan analitis, penguasaan statistika, matematika keuangan, pemrograman, serta komunikasi profesional yang menjadi bekal utama dalam menjalankan profesi aktuaris.
Pada sesi berikutnya, pembahasan difokuskan pada konsep pricing dan reserve, dua komponen utama dalam industri asuransi yang sangat erat kaitannya dengan ilmu aktuaria. Narasumber menjelaskan bahwa pricing merupakan proses penentuan besaran premi yang harus dibayarkan oleh pemegang polis berdasarkan hasil analisis risiko. Penetapan premi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti probabilitas terjadinya risiko, karakteristik peserta, biaya operasional perusahaan, hingga target keuntungan yang ingin dicapai.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai reserve atau cadangan teknis, yaitu sejumlah dana yang wajib disiapkan oleh perusahaan asuransi untuk memenuhi kewajiban pembayaran klaim kepada peserta di masa mendatang. Perhitungan cadangan teknis menjadi salah satu tanggung jawab utama aktuaris karena memerlukan analisis yang cermat terhadap proyeksi klaim, tingkat mortalitas, tingkat bunga, serta berbagai asumsi aktuaria lainnya. Cadangan yang dihitung secara tepat akan menjaga kesehatan keuangan perusahaan sekaligus memberikan perlindungan kepada para pemegang polis.
Untuk memberikan gambaran yang lebih aplikatif, narasumber menyampaikan beberapa studi kasus mengenai proses penentuan premi dan perhitungan cadangan pada produk asuransi jiwa maupun asuransi umum. Mahasiswa diajak memahami bagaimana data historis, model statistik, serta asumsi aktuaria digunakan dalam menghasilkan keputusan bisnis yang akurat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Melalui pembahasan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung hubungan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di dunia industri.
Ketua Program Studi Ilmu Aktuaria ITK menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan salah satu bentuk komitmen program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Kami berharap mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai profesi aktuaris serta memahami peran strategis ilmu aktuaria dalam industri asuransi. Pemahaman mengenai pricing dan reserve merupakan kompetensi dasar yang sangat penting bagi calon aktuaris, sehingga kegiatan seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk menjembatani teori dengan praktik profesional," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses penentuan premi, metode perhitungan cadangan teknis, tantangan profesi aktuaris, perkembangan regulasi industri asuransi, hingga strategi mempersiapkan diri menghadapi ujian sertifikasi profesi. Diskusi yang berlangsung interaktif mencerminkan besarnya minat mahasiswa terhadap penerapan ilmu aktuaria di dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Program Studi Ilmu Aktuaria Institut Teknologi Kalimantan berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional serta memahami luasnya peluang karier yang dapat ditempuh sebagai seorang aktuaris. Pengetahuan mengenai konsep pricing dan reserve diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami sistem pengelolaan risiko dan keuangan pada industri asuransi secara lebih mendalam.
Program Studi Ilmu Aktuaria ITK akan terus berkomitmen menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik yang menghadirkan praktisi dan profesional dari berbagai sektor industri. Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan dunia kerja, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang unggul, adaptif, profesional, serta siap berkontribusi dalam pengembangan industri jasa keuangan dan profesi aktuaria di Indonesia.