Balikpapan, 18 November 2025 – Program Studi Ilmu Aktuaria, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI), Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi akademik mahasiswa melalui pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan industri. Mengusung tema "Strategi Pengelolaan Risiko Keuangan Berbasis Aktuaria dalam Era Globalisasi: Studi Kasus Praktis pada Dunia Perbankan", kegiatan ini menghadirkan pembahasan mengenai penerapan ilmu aktuaria dalam mendukung pengelolaan risiko keuangan pada sektor perbankan yang semakin dinamis.
Kuliah tamu diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria, dosen, serta sivitas akademika Institut Teknologi Kalimantan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai tantangan yang dihadapi industri perbankan di tengah perkembangan ekonomi global, transformasi digital, serta meningkatnya kompleksitas risiko keuangan. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan mengingat sektor perbankan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa globalisasi telah membawa perubahan besar terhadap aktivitas ekonomi dan keuangan, sehingga lembaga perbankan dituntut untuk memiliki sistem manajemen risiko yang lebih adaptif, akurat, dan berbasis data. Berbagai jenis risiko, seperti risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, hingga risiko strategis, harus dikelola secara komprehensif agar bank mampu menjaga kinerja dan kepercayaan masyarakat.
Ilmu aktuaria menjadi salah satu disiplin ilmu yang memberikan kontribusi penting dalam proses tersebut. Melalui pendekatan statistik, probabilitas, pemodelan matematis, dan analisis data, aktuaris mampu membantu mengidentifikasi, mengukur, serta memproyeksikan potensi risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan suatu lembaga. Pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih terukur dalam penyusunan strategi bisnis maupun pengelolaan aset dan liabilitas.
Salah satu pembahasan utama dalam kuliah tamu ini adalah penerapan konsep aktuaria melalui studi kasus pada dunia perbankan. Narasumber memaparkan berbagai contoh implementasi analisis risiko dalam pengelolaan portofolio pembiayaan, pengukuran potensi gagal bayar, perencanaan kebutuhan modal, serta penyusunan strategi mitigasi risiko berdasarkan data historis dan proyeksi ekonomi. Melalui studi kasus tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana teori yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam praktik profesional.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital, big data, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam mendukung proses manajemen risiko modern. Integrasi teknologi dengan metode aktuaria dinilai mampu meningkatkan kualitas analisis risiko serta menghasilkan rekomendasi yang lebih cepat dan akurat bagi pengambil keputusan di sektor perbankan.
Ketua Program Studi Ilmu Aktuaria ITK menyampaikan bahwa penyelenggaraan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan industri jasa keuangan.
"Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga mampu menerapkan ilmu yang dipelajari untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bagaimana ilmu aktuaria berperan dalam mendukung stabilitas sektor perbankan melalui pengelolaan risiko yang efektif dan berbasis data," ujar Ketua Program Studi Ilmu Aktuaria ITK.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai tantangan implementasi manajemen risiko di perbankan, perkembangan regulasi sektor keuangan, penerapan model prediksi risiko, hingga peluang karier lulusan aktuaria pada industri perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Diskusi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memahami kebutuhan kompetensi yang diperlukan di dunia profesional.
Kuliah tamu ini juga memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa profesi aktuaris tidak hanya berperan pada industri asuransi, tetapi juga memiliki peluang yang luas pada sektor perbankan, investasi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, perusahaan teknologi finansial (fintech), hingga lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pengelolaan risiko dan kebijakan ekonomi.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Program Studi Ilmu Aktuaria Institut Teknologi Kalimantan berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang akibat globalisasi dan transformasi digital. Kemampuan dalam mengelola risiko berbasis analisis kuantitatif, teknologi, dan pengambilan keputusan berbasis data diharapkan menjadi salah satu kompetensi unggulan lulusan Ilmu Aktuaria ITK.
Program Studi Ilmu Aktuaria ITK akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan akademik yang melibatkan akademisi, praktisi, serta profesional dari berbagai sektor industri. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus mencetak lulusan yang unggul, adaptif, profesional, dan siap memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor keuangan serta pembangunan ekonomi Indonesia.