Institut Teknologi Kalimantan - Keberhasilan sebuah perhelatan besar tidak pernah lepas dari perjuangan panjang di belakang layar. Setelah sukses menutup rangkaian kegiatan Synergy In Actuarial Creativity And Excellence 2.0 (Syntec 2.0) pada akhir Agustus lalu, Himpunan Mahasiswa Ilmu Aktuaria (ASSA ITK) menyisakan kisah inspiratif tentang kepemimpinan, soliditas tim, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mengusung tema besar "Cassette of Ideas: Rewinding Minds, Playing the Future", Syntec 2.0 diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-6 Program Studi Ilmu Aktuaria Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Nama Synergy of Actuarial sendiri merupakan warisan semangat dari angkatan 2023 yang menginginkan wadah pemersatu bagi seluruh elemen prodi. Sementara tema "Cassette of Ideas" dipilih sebagai kilas balik atas perjalanan, refleksi, dan fondasi kerja keras yang telah dilalui Ilmu Aktuaria ITK sejak awal berdiri.
Pembukaan Syntec 2.0 tidak sekadar menjadi seremoni internal, tetapi juga ruang strategis bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan pemangku kebijakan kampus dan daerah. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) serta Wakil Rektor ITK, menjadikannya sarana penyampaian aspirasi yang konstruktif.
Di balik kemegahan rangkaian acara, tersimpan proses persiapan marathon selama hampir lima bulan. Kristo mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama masa persiapan bukanlah pengonsepan materi, melainkan menyinkronkan ritme kerja panitia di tengah himpitan jadwal kuliah, kuis, UAS, dan kesibukan pribadi. "Menggerakkan semua orang secara bersama-sama itu sangat susah karena setiap orang mempunyai kepentingan dan jadwal yang berbeda. Waktunya rasanya tidak seimbang; ketika mau rapat, orangnya tidak ada, atau saat mau pelaksanaan, ada panitia yang hilang," tutur Kristo.
Guna mengatasi dinamika tersebut, pendekatan kepemimpinan yang humanis menjadi kunci utama. Tiga prinsip penting yang diterapkannya adalah tidak menekan anggota, menjaga konsistensi konfirmasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan bebas toksisitas. Pendekatan personal dan ruang diskusi terbuka diberikan agar setiap anggota merasa didengar dan memiliki rasa kepemilikan terhadap acara.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademis dan kompetisi internal, Syntec 2.0 juga membuktikan kepedulian sosialnya melalui aksi lingkungan bertajuk COAST SYNTEC 2.0: Together for a Cleaner Shore pada 21 Agustus 2026. Berlokasi di Pantai Seraya, aksi susur pantai ini melibatkan lebih dari 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan siswa yang bahu-membahu membersihkan sampah pesisir. Penanganan dan pengelolaan sampah dari aksi ini didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, menegaskan komitmen mahasiswa Ilmu Aktuaria ITK untuk hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Melalui keberhasilan seluruh rangkaian Syntec 2.0, ASSA ITK berharap Program Studi Ilmu Aktuaria semakin dikenal luas serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi Institut Teknologi Kalimantan. Kristo juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran panitia yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran.
"Kepada teman-teman panitia Syntec 2.0, aku apresiasi sebesar-besarnya untuk jerih payah, kerja keras, dan kreativitas kalian. Jadikan kegiatan ini sebagai modal awal untuk berkembang di dunia profesional maupun lingkungan masing-masing. Langkah kecil yang kita lakukan di Syntec 2.0 ini harapannya bisa sangat bermakna bagi panitia, masyarakat, dan ITK," tutup Kristo.
Program Studi Ilmu Aktuaria ITK turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia Syntec 2.0. Semangat sinergi dan dedikasi yang ditunjukkan diharapkan dapat terus menginspirasi civitas akademika ITK untuk terus berkarya dan mengukir jejak bermakna di masa mendatang.